TARIANKU

semoga bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang membacanya, penari, pecinta tari, pengamat tari dan juga guru-guru tari. Serta seniman-seniman baik tari, musik maupun teater. salam budaya.

Friday, June 7, 2013

BEBERAPA ISTILAH GERAK DASAR DALAM TARIAN


Gerak Dasar Kaki 
(lanjutan gerak dasar tangan)
(oleh: Tien Kusumawati, S. Pd)
 melanjutkan postingan saya yang lalu mengenai istilah-istilah gerak dasar tarian (tradisional Jawa). kali ini saya tulis tentang gerakan dasar kaki. Semoga bermanfaat.

Beberapa istilah gerakan kaki pada tari tradisional Jawa Tengah, antara lain:

1.     Nggroda
Adalah bentuk dasar gerakan kaki dimana posisi telapak kaki saling merapat bagian tumit sedang bagian depan membuka 45 derajat (menghadap sudut)

2.      Mendak
Adalah bentuk dasar kaki yang paling dominan, yaitu posisi lutut kaki ditekuk (merendah). Posisi ini dilakukan selama menari.

bentuk telapak kaki nggroda

posisi kaki mendhak (lutut di tekuk)
  





 




 
3. Tanjak Kanan
Adalah posisi kaki dimana letak telapak kaki kanan agak di depan telapak kaki kiri dan kaki kiri dibelakang kaki kanan. Pada tari putri, tidak ada jarak antara telapak kaki kanan dan kaki kiri. Sedang pada tari putra alus berjarak satu telapak kaki, dan pada tari putra gagah lebih lebar lagi, dengan ukuran lebar kurang lebih 2 x telapak kaki.
tanjak kanan tari putra      

Tanjak Kiri
Kebalikan dari tanjak kanan.
 






5.      Sila
Adalah posisi duduk bersila. Kaki kanan didepan kaki kiri.

6.      Jengkeng
Adalah posisi duduk di atas kaki. Jengkeng pada ketigajenis tari sangat berbeda. Pada tari putri posisi kaki kanan sebagai tumpuan duduk, sedang posisi kaki kiri didepan kaki kanan
Pada tari putra, posisi kaki kanan sebagai tumpuan duduk, sedang kaki kiri membuka kesamping kiri.




7.      Srisig
Srisig adalah posisi atau gerakan lari-lari kecil, dengan posisi kaki jinjit dan mendak (lutut ditekuk)

8.      Jinjit
Berdiri dengan menggunakan ujung telapak kaki bagian depan.

9.      Trecet
Trecet adalah gerakan seperti lari ditempat dengan posisi kaki membuka dan jinjit.

10. Kenser
kenser adalah gerakan kaki dengan berpindah posisi menggeserkan telapak kaki secara bersamaan

11. Lumaksana
Lumaksana dalam tari Jawa adalah  gerakan berjalan. Baik itu berjalan kedepan (maju) maupun berjalan ke arah belakang (mundur).

12. Enjeran
Lumaksana/jalan yang dilakukan seperti jalan kepiting/jalan miring. Jalan kesamping baik kekanan maupun ke kiri.

13. Debeg
Debeg adalah menghentakkan telapak kaki bagian depan. Debeg kanan yang dihentakkan kaki kanan, sedang debeg kiri yang dihentakkan kaki kiri. Setiap gerakan debeg selalu diikuti gejug. Debeg dan gejug merupakan satu rangkaian, namun gejug tidak selalu diawali dengan debeg. Gejug dapat berdiri sendiri.

14. Gejug
Gejug adalah menghentakkan kaki bagian telapak kaki kebelakang kaki yang menjadi tumpuan. gejug ada 2, yaitu gejug kanan dan gejug kiri

Masih banyak istilah gerak yang belum saya tulis. namun inilah gerakan-gerakan yang sering dipakai pada pelajaran seni tari, baik praktek maupun teori seni tari. semoga bermanfaat.

Saturday, May 4, 2013

Testimony HTD 2013



Testimony

Nama saya : Djasika Putri Asih
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, saya bersyukur sekali diberi kepercayaan dari guru tari saya, ibu Tien Kusumawati sebagai duta dari kota kelahiran saya (Tegal)  sekaligus mewakili Dewan Kesenian Kota Tegal untuk mengikuti kegiatan di kota Solo dalam rangka memperingati Hari tari Dunia pada tanggal 29 April 2013 yang lalu. Dengan ikut sertanya saya pada acara tersebut sudah pasti membawa dampak positif bagi saya, antara lain, saya mendapat teman baru karena team penari dari kota tegal terdiri dari beberapa penari yang sebelumnya tidak saya kenal,  yang tentunya menambah pertemanan saya. Selain itu juga bisa berbagi pengalaman dan ilmu dengan teman-teman baru apalagi kebetulan mereka satu profesi dengan saya, yakni sebagai guru.
Rombongan dari Tegal hanya mengikutsertakan 6 orang penari, di bawah pimpinan bu Tien Kusumawati dengan menampilkan tari Srimpi Guitar dan Dancing Relief. Kami berangkat dari  kota Tegal tanggal 28 April 2013 jam 20.30 WIB. Sampai di kota tujuan, Solo pada pukul 03.00 WIB. Setelah sejenak beristirahat di ruang transit, kami segera bersih-bersih badan dan mengikuti beberapa prosesi kegiatan acara yang dimulai dari pukul 06.00. terus terang saya kagum dengan acara ini, begitu tertata apik dan rapi. Begitu juga dengan seorang penari yang akan menari selama 24 jam. Wahhhh…. Pasti butuh persiapan yang sangat matang untuk melakukannya.
Di sana, saya  melihat banyak kreativitas anak bangsa yang sangat membanggakan. Membuat saya merasa bangga menjadi anak Indonesia yang wajib menjaga, melestarikan, dan terus mengembangkan seni budaya khususnya seni tari.


Jujur… ada rasa dagdigdug saat saya menari di atas pendopo yang sangat besar dan megah. Betapa ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa. Terima kasih atas pengalaman yang saya terima buuu….
Semoga… testimony saya ini bisa membuat anak muda sekarang lebih bisa menghargai budaya dalam negeri.
Sukses selalu Solo menari
Sukses selalu penari-penari Tegal
Sukses selalu Dewan Kesenian Kota Tegal

Thursday, May 2, 2013

testimony


Kenangan dibalik World Dance Day 2013

Oleh : Martha Purnasari Dewi

World Dance Day 2013 merupakan event yang pertama kali saya ikuti, disini saya banyak mendapatkan gambaran dan pengalaman bahwasannya potensi sumber daya manusia dibidanag seni khususnya seni tari sangatlah besar dan sangat beragam. Tarian adalah satu seni budaya local yang tinggi nilainya sehingga patut untuk dijaga dan dilestarikan.
                Tidak bisa saya bayangkan dalam 24 jam sehari sekitar 3500 peserta dari 134 kelompok seni baik dari perguruan tinggi negeri maupun peserta dari dalam maupun luar negeri ikut berpartisipasi di dalamnya, bisa dilihat disetiap sudut kota solo dipenuhi penari yang menghibur masyarakat kota solo sangatlah meriah dan mendapat antusias yang luar biasa dari pemerintahan setempat.
                Secara pribadi saya sangat bangga sebagai wakil dari kota Tegal bisa berperan serta memeriahkan event WDD 2013 dan ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa untuk menambah wawasan saya akan potensi dari seni tari itu sendiri. Kedepan diharapkan agar lebih meriah lagi dan bisa menjangkau seluruh Indonesia agar kita bisa lebih mengenal budaya local masing-masing daerah, terlebih bisa melebarkan sayap ke kancah internasional agar seni tari tradisional Indonesia lebih mendunia lagi.
                Selayaknya kita sebagai orang Jawa harus mampu melestarikan seni tari Jawa sebagai warisan leluhur untuk anak cucu kita di masa depan, kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi??? Maukah kita kalah dengan budaya luar???









 kenangan HTD 2013


 
Oleh : Tika Dian Pertiwi

Hidup adalah seni
Seni berbicara
Seni bekerja sama
Seni social
Dan seni dalam kehidupan keluarga dan ataupun seni dalam kehidupan masyarakat.
Orang pandai belum tentu kreatif namun orang kreatif pasti pandai dan cerdas.
Terima kasih bu Tien, engkau telah memberikan ilmu lebih banyak tentang arti seni dan kreatif.
Segala ungkapan hati bisa kita tunjukkan dengan tarian.
Inilah kunci pokok ketika seni kita bersentuhan dengan seni.
Seni tari mampu mengekspresikan segalanya. Seni tari mampu membuat hati yang tenang menjadi gelisah, hati gelisah menjadi bahagia, dan hati yang bahagia membuat kita semangat menghadapi hidup kita di dunia.
Ide kreatif yang sangat cerdas untuk mampu membuat sebuah tarian sungguhlah pandai.
Aku mendapatkan kesempatan untuk memperoleh ilmu pandai yang sebagian orang saja yang mendapatkan.
Hari Tari Dunia yang ke-7 yang diadakan ISI Surakarta sungguh memberiku banyak ilmu dan pengalaman. Aku sangat bangga karena dengan ajakan dan ajaran yang bu Tien berikan, mampu memberikan wawasan baru bagiku.
Terima kasih bu Tien Kusumawati.
Sukses selalu dalam karyanya.
Semoga akan ada bu Tien-bu Tien lain yang lebih kreatif dalam mengembangkan karya-karya tarian di Kota Tegal ini.




WORLD DANCE DAY 2013 di SOLO


Kenangan World Dance Day 2013

Ini… kesekian kalinya aku mengikuti ajang Hari Tari Dunia  di ISI Surakarta.
Rasa kagum ini pada tak henti-hentinya aku ungkapkan. Kagumku pada panitia. Kagumku pada pemrakarsa kegiatan. Kagumku pada semua pendukung. Kagumku pada semua peserta. Betapa tidak… semua orang….semua mata… tertuju pada satu titik… yaitu Solo Menari. Ini adalah kegiatan yang sangat luar biasa. Begitu rapih dan apik. Kegiatan yang terorganisir dengan sangat  baik. Kegiatan yang dapat menjadikan semua orang merasa memiliki kegiatan ini, sehingga dengan suka rela dan dengan senang hati banyak pihak yang ingin menjadi peserta, dengan berbondong-bondong mendaftarkan diri agar dapat menjadi bagian dari kegiatan ini. Hebat. Tidak hanya itu banyak pihak yang ikut andil dalam kegiatan ini, banyak sponsor yang terlibat didalamnya.
Ingin rasanya…..berandai-andai……agar kotaku ini bisa seperti Solo.
 
 pose dulu sebelum berangkat

Pukul 21.00 kami… rombongan penari berangkat menuju Solo. Terlambat 1 jam dari waktu yang sudah direncanakan. Aku duduk didepan bersama mas Pandi yang membawa kami menuju Solo. Yuni, Jesika dan Ekki duduk ditengah, sedangkan Marta, Tika dan Susy duduk dibelakang. Selama dalam perjalanan mereka senantiasa bercanda. Aku melihat mereka sangat gembira, menikmati perjalanan kami ke Solo. Samapi Pemalang… perjalanan kami ditemani hujan yang sangat deras, bahkan karena sangat derasnya, jarak pandang kendaraan tidak lebih dari 5 meter. Sempat takut dan was-was juga.
Namun sesampinya di Pekalongan…. Ternyata …. Kota batik ini sama sekali tidak ada hujan…. Perjalanan menuju Solo sangat lancar. Meskipun ada beberapa titik kemacetan di daerah Ungaran dan Bawen.

Tepat pukul 03.00 rombongan kami memasuki kota Solo… ada rasa yang berbeda ketika memasuki kota ini. Kangen… Kota Solo selalu membuatku kangen. Sesampinya di kampus ISI, kami langsung menuju ruang transit… meski masih dini hari… namun aktifitas di kampus ini sudah dimulai. Ada beberapa orang yang tengah menyiapkan acara pembukaan Hari Tari Dunia ini. Setelah beberapa saat kami beristirahat, kami mulai bersih-bersih diri. Mandi. Dan…. Tepat pukul 06.00 pembukaan dimulainya Solo menari 24 jam dimulai. Saya sempat mengabadikan beberapa moment pada pembukaan ini. Selanjutnya rombongan penari 24 jam beserta penari pendamping bergerak menuju pendopo untuk mengikuti ceremony hari tari tahun ini.

Acara pembukaan  dilakukan di pendopo dibuka dengan laporan ketua panitia HTD dan sambutan Rektor ISI Surakarta. Selanjutnya dibuka dengan penampilan karya-karya tari dari Wahyu Santoso Prabowo yang merupakan penari yang melakukan prosesi menari selama 24 jam nonstop.

Kurang lebih pukul 09.00 kami kembali ke ruang transit untuk persiapan pentas kami. Kali ini tarian yang kami tampilkan adalah Tari Srimpi Guitar dan tari dancing relief. Kedua tarian ini merupakan karya tarianku. Alhamdulillah … sukses… bahkan disukai beberapa orang yang kemudian secara khusus minta waktu untuk wawancara tentang karya tarian tadi. Ini artinya bahwa karyaku bisa diterima dikalangan seniman-seniman tari yang hebat. Karena kmapus ISI Solo adalah gudangnya penari hebat.

penari srimpi guitar pose dulu sebelum performance


 dancing relief
Sempat berkangen-kangen ria dengan beberapa dosen… mba Dwi… mas Dwiwahyu… mba Lies… mba saryuni… dan… banyak lagi… juga berkangen-kangen ria dengan beberapa teman… Susy…Lely… kangenku sebenarnya masih ada… namun… kami tidak bisa mengikuti kegiatan ini se;lama 24 jam penuh… karena … ada tugas menanti di Tegal. Namun bagiku ini sudah lebih dari cukup untuk ikut serta memeriahkan Hari Tari Dunia di Solo.

Hari Tari Dunia… kegiatan yang akhirnya menjadi agenda tahunan ini sangat menginspirasi banyak orang… Hari Tari Dunia ISI Solo sangat luar biasa.
Bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Apalagi keberangkatan kami sangat didukung oleh Dewan Kesenia Kota Tegal, Walikota Tegal, DPC PDIP, dan teman-teman yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Terima kasih untuk perjalanan yang indah ini.
Semoga semangat Noveree tetap ada dihati kami untuk tetap mengembangkan kreativitas kami untuk tetap berkarya.